Tampilkan postingan dengan label dosa wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dosa wanita. Tampilkan semua postingan

07 November 2013

100 DOSA YANG DIREMEHKAN WANITA

Oleh Abdul Lathif bin Hajis Al-Ghomidi

  1. Syirik kepada Allah
  2. Riya & Sum'ah
  3. Bersumpah Dengan Selain Nama Allah
  4. Berlepas Diri dari Islam
  5. Mendatangi Tukang Sihir atau Dukun
  6. Menggantungkan Jimat
  7. Tathoyyur & Tasya'um
  8. Memberikan Kecintaan kepada Non Muslim
  9. Membenci Hukum-Hukum yang Diturunkan Allah & Menghujatnya
  10. Mencela Takdir & Tidak Ridho terhadap Ketentuan Allah
  11. Meninggalkan Kitabullah & Berpaling Darinya
  12. Enggan Membayar Zakat
  13. Tidak Segera Menunaikan Haji Meskipun Mampu
  14. Seorang Wanita Berpuasa Sunnah Tanpa Seizin Suaminya, padahal Sang Suami Ada DI sisinya
  15. Meremehkan Dalam Urusan Thoharoh
  16. Menggunakn Sesuatu Yang Bisa Menghalangi Sampainya Air ke Anggota Tubuh disaat Berwudhu & Mandi
  17. Tidak Menyempurnakan Wudhu
  18. Tidak Mandi Junub Ketika Mendapatkan Air Mani Ketika Bermimpi
  19. Meninggalkan Shalat
  20. Tidur ketika Waktu Shalat & Menunda-nunda Pelaksanaannya Tanpa Ada Udzur
  21. Tidak Tumakninah Ketika Mengerjakan Shalat
  22. Tidak Mengerjakan Shalat & Puasa Ketika Sedang Istihadhoh
  23. Sumpah Palsu
  24. Tidak Ridho Dengan Sumpah
  25. Sering Bernadzar Tetapi Tidak Memenuhinya
  26. Berperangai Buruk Kepada Suami
  27. Meminta Talak Tanpa Ada Suatu Alasan
  28. Berusaha Agar Madunya Diceraikan Suaminya
  29. Enggan Ketika Diajak Berhubungan Intim
  30. Mempersilahkan Sang Suami Menyetubuhi Duburnya
  31. Membolehkan Suami Menyetubuhi Ketika Haid
  32. Menyebarkan Rahasia Suami Istri
  33. Melarang Suami Mempunyai Anak Tanpa Ada Suatu Udzur
  34. Berjanji Untuk Tidak Menikah Lagi Setelah Kematian Suaminya
  35. Menghancurkan Hubungan baik Istri Dan Suaminya
  36. Membelanjakan Harta Sang Suami Tanpa Seizin & Keridhoan Darinya Jika Sang Istri Tersebut Bukan Orang Yang Pandai
  37. Membenci Anak Wanita
  38. Tidak Adil Dalam Memperlakukan Anak-anaknya
  39. Tidak Mau Menyusui Anaknya Tanoa Ada Suatu Alasan
  40. Berusaha Memisahkan Anak-anak Denagn Ibu Kandung Mereka Ketika Ia Menikah Dengan Bapaknya
  41. Tidak Bersungguh Dalam Mendidik Anak
  42. Menyiksa Orang Yang Berada di Bawah Kekuasaannya
  43. Berbuat Zholim Kepada Pembantu & Membebaninya Dengan Sesuatu Yang Tidak Dimampuinya Serta Menghalanginya Mendapatkan Haknya
  44. Berduaan Dengan Lelaki Yang Bukan Mahromnya
  45. Bersolek & Memamerkan Kecantikan
  46. Membuka Aurat di Hadapan Orang Lain Meskipum di Hadapan Wanita
  47. Melepas Baju Bukan di Rumah Suaminya
  48. Menghabiskan Waktu Untuk Memburu Model Pakaian Terbaru
  49. Meniru-niru Para Wanita Kafir atau Fasik
  50. Memakai Pakaian Popularitas
  51. Berhias Dengan Sesuatu Yang Diharamkan Allah, seperti Gambar Porno & Gambar Makhluk Bernyawa
  52. Memakai Wangi-wangian Ketika Keluar Rumah
  53. Bergaya Seperti Lelaki & Meniru-niru Kaum Lelaki
  54. Menyemir Rambut Dengan Warna Hitam
  55. Mencabut Uban
  56. Menyambung Rambut
  57. Mencabut Bulu Alis
  58. Memanjangkan Kuku
  59. Menato
  60. Makan & Minum Dengan Menggunakan Bejana Dari Emas & Perak
  61. Berkeluh-kesah Ketika Ditimpa Musibah
  62. Berkabung Lebih Dari 3 Hari Kecuali Terhadap Suami
  63. Mencari Dunia Dengan Dien
  64. Bermuamalah Dengan Riba
  65. Bakhil Terhadap Harta
  66. Berlaku Tabdzir (Boros) & Isrof (Berlebih-lebihan)
  67. Berfatwa Tanpa Berdasarkan Ilmu
  68. Melaknat
  69. Menuduh Perempuan Baik-Baik Berbuat Zina
  70. Ghibah
  71. Namimah
  72. Mengolok-olok
  73. Banyak Bicara Yang Tidak Ada Manfaatnya
  74. Lemah lembut & Merendahkan Suara Ketika Berbicara Dengan Lelaki Asing
  75. Merasa Cukup Dengan Sesuatu Yang Belum Diberikan Kepadanya
  76. Berdusta
  77. Tidak Mau Beramar Makruf Nahi Munkar & Memberi Nasihat
  78. Memiliki 2 Wajah & 2 Lisan
  79. Ucapannya Tidak Sesuai Dengan Perbuatannya
  80. Berdusta Dengan Mimpi
  81. Mencela & Mencaci-maki
  82. Berkata Kotor & Keji
  83. Durhak Kepada Kedua Orang Tua
  84. Memutus Tali Silaturahmi
  85. Menyakiti Tetangga Dengan Lisan
  86. Menyombongkan Diri Terhadap Manusia
  87. Dengki
  88. Pandangan Mata Yang Mencelakakan ('Ain)
  89. Sangat Cinta (Al-I'jab)
  90. Lesbian (Hubungan Suksual Dengan Sesama Perempuan
  91. Zina
  92. Berjabat Tangan Dengan Kaum Laki-Laki
  93. Melihat Hal-Hal Yang Diharamkan
  94. Mendengarkan Musik
  95. Bepergian Tanpa Disertai Mahrom
  96. Berteman Dengan Orang Yang Berakhlak Buruk
  97. Menghadiri Tempat-Tempat Kemaksiatan
  98. Menghisap Hal-Hal Yang Diharamkan
  99. Mendiamkan Kerabat Muslim atau Muslimah
  100. Lalai Dari Tujuan Penciptaan Manusia

15 November 2010

Keburukan Tabarruj (memamerkan aurat)




1.Tabarruj adalah maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya Shalallahu ‘alaihi wa sallam.
Barangsiapa yang maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya Shalallahu ‘alaihi wa sallam maka ia hanya akan mencelakakan dirinya sendiri dan tidak akan mencelakakan Allah sedikitpun.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
((كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ إلاَّ مَنْ أبَى ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللهِ وَمَنْ يَأْبَى ؟ قَالَ : مَنْ أطَاعَنِي دَخَلَ الجَنَّةَ ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أبَى))
“Semua umatku akan masuk surga kecuali orang yang menolak” Mereka bertanya: “Ya Rasulullah! Siapakah orang yang menolak itu? Beliau menjawab: “Siapa yang taat kepadaku akan masuk surga dan siapa yang maksiat kepadaku maka ia telah menolak.” [HR. Bukhari]

2.Tabarruj menyebabkan laknat dan dijauhkan dari rahmat Allah.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
((سَيَكُونُ فِي آخِرِ أُمَّتِي نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ ، عَلَى رُؤُوسِهِنَّ كَأَسْنِمَةِ البَخْتِ ، اِلْعَنُوهُنَّ فَإنَّهُنَّ مَلْعُونَاتٌ))
“Akan ada pada akhir umatku nanti wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, kepala mereka bagaikan punuk unta, laknatlah mereka karena mereka adalah wanita-wanita yang pantas dilaknat.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Mu’jamush Shaghiir (I/127-128) dari hadits Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhuma.]

3. Tabarruj adalah sifat penghuni neraka.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
((صِنْفَانِ مِنْ أهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا : قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأذْنَابِ البَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ … ))
“Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah saya lihat; kaum yang membawa cemeti bagai ekor sapi yang digunakan memukul menusia dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang…” [Shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2128), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu.]

4. Tabarruj penyebab hitam dan gelap di hari kiamat.
Diriwayatkan dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
((مَثَلُ الرَّافِلَةِ في الزِّينَةِ في غَيْرِ أهْلِهَا ، كَمَثَلِ ظُلْمَةٍ يَوْمَ القِيَامَةِ لاَ نُورَ لهَا))
“Permisalan wanita yang berhias untuk selain suaminya, adalah bagaikan kegelapan pada hari kiamat, tidak ada cahaya baginya.” [HR. Abu Dawud]
Maksudnya adalah wanita yang berlenggak-lenggok ketika berjalan dengan menarik pakaiannya, akan datang pada hari kiamat dalam keadaan hitam dan gelap, bagaikan berlenggak-lenggok dalam kegelapan. Dan hadits ini walaupun lemah, tetapi artinya benar, karena kenikmatan dalam maksiat adalah siksaan, wangi-wangian akan menjadi busuk dan cahaya menjadi kegelapan. Kebalikan dari taat, bahwa bau mulut orang yang berpuasa dan darah orang yang mati syahid lebih harum di sisi Allah dari bau minyak kesturi.
5.Tabarruj adalah kemunafikan.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
((خَيْرُ نِسَائِكُمُ الوَدُودُ الوَلُودُ ، المُوَاسِيَةُ ، المُوَاتِيَةُ ، إذَا اتَّقَيْنَ اللهَ، وَشَرُّ نِسَائِكُمُ المُتَبَرِّجَاتُ المُتَخَيِّلاَتُ وَهُنَّ المُنَافِقَاتُ ، لاَ يَدْخُلْنَ الجَنَّةَ إلاَّ مِثْلَ الغُرَابِ الأعْصَمِ))
“Sebaik-baik wanita kalian adalah yang memiliki kasih sayang, subur (banyak anak), suka menghibur dan siap melayani, bila mereka bertakwa kepada Allah. Dan sejelek-jelek wanita kalian adalah wanita pesolek dan penghayal mereka itu adalah wanita-wanita munafik, mereka tidak akan masuk surga kecuali seperti ghurab a’sham.” [HR. Bukhari dan Muslim]
Yang dimaksud ghurab a’sham adalah burung gagak yang memiliki cakar dan kaki merah, pertanda minimnya wanita masuk surga, karena burung gagak yang memiliki sifat seperti ini sangat jarang ditemukan.

6. Tabarruj mengoyak tirai pelindung dan membuka aib.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
((أيَّمَا امْرَأَةٍ وَضَعَتْ ثِيَابَهَا فِي غَيْرِ بَيْتِ زَوْجِهَا، فَقَدْ هَتَكَتْ سِتْرَ مَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ))
“Siapa saja di antara wanita yang menanggalkan pakaian-nya di selain rumah suaminya, maka ia telah mengoyak tirai pelindung antara dirinya dan Allah Azza wa Jalla.” [HR. Ahmad]

7. Tabarruj adalah perbuatan keji.
Wanita itu adalah aurat, dan membuka aurat adalah keji dan dibenci.
Allah Ta’ala berfirman:
وَإذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا وَاللهُ أَمَرَنَا بِهَا قُلْ إنَّ اللهَ لاَ يَأْمُرُ بِالفَحْشَاءِ
“Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakan-nya.” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.” [Q.S. Al A'raf :28]
Sebenarnya setanlah yang memerintahkan manusia melakukan perbuatan keji itu, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالفَحْشَاءِ
“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir).” [Q.S. Al-Baqorah: 268]

8.Tabarruj adalah ajaran iblis.
Sesungguhnya kisah Nabi Adam ‘alaihissalam dengan Iblis memberikan gambaran kepada kita bagaimana musuh Allah, Iblis membuka peluang untuk melakukan perbuatan dosa dan mengoyak tirai pelindung dan bahwa tabarruj itulah tujuan asasi baginya. Allah SWT berfirman:
يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَا
“Hai anak Adam! Janganlah kamu sekali-kali dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya.” [Q.S. Al-A’raf: 27]
Jadi iblislah yang mengajak kepada tabarruj dan membuka aurat mereka. Dialah pemimpin utama bagi para pencetus apa yang dikenal dengan istilah Tahrirul Mar’ah (pembebasan wanita).
9.Tabarruj adalah jalan hidup orang-orang Yahudi.
Orang-orang Yahudi memiliki peran yang sangat besar dalam menghancurkan umat ini melalui wanita, dan kaum wanita sejak dulu memiliki pengalaman di bidang ini, di mana Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
((فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ ، فَإنَّ أوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إسْرَائِيلَ كَانَتْ في النِّسَاءِ))
“Takutlah pada dunia dan takutlah pada wanita karena fitnah pertama pada Bani Israel adalah pada wanita.” [HR. Bukhari dan Muslim]

10. Tabarruj adalah Jahiliyah busuk.
Allah Ta’ala berfirman:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلاَ تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الجَاهِلِيَّةِ الأُولَى
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.” [Q.S. Al-Ahzab: 33]
Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah menyifati ajakan Jahiliyah sebagai ajakan busuk dan kotor. Jadi ajakan Jahiliyah adalah saudara kandung Tabarruj Jahiliyah. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
((كُلُّ شَيْءٍ مِنْ أمْرِ الجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوعٌ تَحْتَ قَدَمِي))
“Semua yang merupakan perkara Jahiliyah tersimpan di bawah telapak kakiku.” [HR. Muslim]
Baik itu bernama Tabarruj Jahiliyah, ajakan Jahiliyah ataupun kesombongan Jahiliyah.

11. Tabarruj adalah keterbelakangan.
Memamerkan aurat dan telanjang adalah perilaku binatang, tidak seorangpun yang condong kepadanya kecuali dia akan terperosok jatuh ke derajat yang paling rendah dari pada derajat manusia yang telah dimuliakan Allah. Dari sini nampaklah bahwa Tabarruj adalah tanda kerusakan fitrah, ketiadaan ghirah dan mati rasa:
Anda mengangkat baju hingga lutut Demi Tuhanmu, sungai apa yang akan anda seberangi Baju itu bagaikan naungan di waktu pagi Yang semakin pendek, waktu demi waktu Anda mengira bahwa laki-laki itu tidak memiliki perasaan Padahal anda sendiri yang mungkin tidak punya perasaan

12. Tabarruj adalah pintu adzab yang merata.
Seseorang yang memperhatikan nash-nash syari’at dan sejarah (Islam) akan meyakini adanya kerusakan yang ditimbulkan oleh tabarruj dan bahayanya atas agama dan dunia, apalagi bila diperparah dengan ikhtilath (percampurbauran antara laki-laki dan wanita).

Akibat dan bahaya tabarruj yang menakutkan

Wanita-wanita yang melakukan tabarruj berlomba-lomba menggunakan perhiasan yang diharamkan untuk menarik perhatian kepadanya. Sesuatu yang justru akan merusak akhlak dan harta serta menjadikan wanita sebagai barang hina yang diperjualbelikan, dan di antara bahayanya adalah:
  1. Rusaknya akhlak kaum lelaki khususnya para pemuda yang terdorong melakukan zina yang diharamkan.
  2. Memperdagangkan wanita sebagai sarana promosi atau untuk meningkatkan usaha perdagangan dan sebagainya.
  3. Mencelakan diri wanita sendiri, karena tabarruj itu menunjukkan niat jelek dari apa yang ia suguhkan untuk menggoda orang-orang jahat dan bodoh.
  4. Tersebarnya penyakit, seperti sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam:(( لَمْ تَظْهَرِ الفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إلاَّ فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالأوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ فِي أسْلاَفِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا ))
    “Tidaklah suatu perbuatan zina itu nampak pada suatu kaum hingga mereka mengumumkannya kecuali akan tersebar di antara mereka penyakit menular dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah ada pada orang-orang dulu.” [HR. HR.Ibnu Majah]
  5. Mempermudah mata melakukan maksiat, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kedua mata zinanya adalah melihat.” Serta menyulitkan ketaatan ghadhul bashar (menundukkan pandangan) yang merupakan sesuatu yang lebih berbahaya dari ledakan bom atom dan gempa bumi. Allah Ta’ala berfirman:“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu dengan sehancur-hancurnya.” [Q.S. Al-Isra’: 16]
    Dalam hadits juga disebutkan:
    ((إنَّ النَّاسَ إذَا رَأَوْا المُنْكَرَ فَلَمْ يُغَيِّرُوهُ أوْشَكَ أنْ يَعُمَّهُمُ اللهُ بِعَذَابٍ))
    “Sesungguhnya manusia bila melihat kemungkaran dan tidak merubahnya, dikhawatirkan Allah akan menimpakan mereka adzab.” [HR. Ahmad di musnadnya dari Abi Bakr, dishohihkan oleh Syeikh Al-Albani di kitab Shohih Al Jami , no: 1974, juz; 1/ 398.]
-shalihah-
Sumber: www.islamhouse.com